11 February 2008

Setelah Hujan

Filed under: Curhat

Hidup memang kejam, penuh derita dan teramat masam. Tapi, tidak ada juga yang memungkiri bahwa hal ini akan terasa lebih baik bila diiringi tawa-canda sebagai bentuk kegembiraan dalam menjalani rutinitas kehidupan.
Keangkuhan seseorang yang memilih untuk terus menerus meratapi nasibnya yang buruk makin menjerumuskan jiwanya ke dalam lubang gelap yang entah dimana ujungnya.
Bukankah, anak kecil saja bisa dibujuk agar kembali ceria dengan iming-iming cokelat ataupun permen?
Mengapa kita tidak mencoba berpolitik sedikit, dengan membayangkan kebahagiaan-kebahagiaan lain yang akan ditemukan keesokan paginya ketika duka-lara sedang menghampiri? Jadi, tidak perlu terus-terusan meratapinya.
Segala hal, baik-buruknya tergantung bagaimana perspektif yang kita ciptakan.
Berbohong bisa berarti hal buruk, namun, jika ditilik dari maksudnya, mungkin dengan berbohong, kita bisa menyelamatkan nyawa seseorang.
Apalagi menjadi bahagia, tentu teramat mudah, tergantung bagaimana kita mencoba mengakali supaya bisa menang melawan kedukaan.
Oleh karena itu, mari kita mencoba berhenti paranoid akan apa yang terjadi jika hujan turun.
Jangan membayangkan adanya badai, halilintar maupun banjir bandang.
Relaksasikan pikiran dan mulai memikirkan akan apa yang kita lihat setelah hujan.
Ya, Pelangi
Indah bukan? Daripada bayangan akan sesuatu yang menakutkan yang belum tentu terjadi.
Dengan demikian, kita bisa mulai melihat sesuatu dari ‘keindahannya’ tanpa membayangkan hal-hal buruk yang mungkin terbawa juga. Kalau memang terjadi, ya sudah. Tidak perlu dipikirkan sampai membuat stress. Dengan pikiran tenang, segala jalan keluar bisa terlancarkan.

5 February 2008

Do’a Untuknya

Filed under: Curhat

Untuk seseorang yang telang mengisi ruang hati yang dulu hampa.. Allah yang Maha Pemurah.. Terima kasih Engkau telah menciptakan dia dan mempertemukan saya dengannya, Terima kasih untuk saat-saat indah yang dapat kami nikmati bersama, Terima kasih untuk setiap pertemuan yang dapat kami lalui bersama. Saya datang bersujud dihadapan-Mu.. Sucikan hati saya ya Allah, sehingga dapat melaksanakan kehendak dan rencana-Mu dalam hidup saya. Ya Allah, jika saya bukan pemilik tulang rusuknya, jangan biarkan saya merindukan kehadirannya.. Jangan biarkan hati saya berlabuh dihatinya.. kikislah pesonanya dari pelupuk mata saya dan jauhkan dia dari relung hati saya.. (more…)

23 January 2008

Selamat JAlan TanteQ Sayang

Filed under: Curhat

Hidupnya berakhir ketika divonis mengidap Gagal Ginjal di usianya yang ke-26 tahun. Perikahan keduanya setelah cerai dengan suami pertama gara-gara KDRT merupakan momen tak terlupakan, dan hari bahagia itu berlangsung di bulan Oktober 2007 tepat setelah Idul Fitri. Namun, tanggal 13 Januari 2008, Allah tidak menghendaki kehadirannya lagi di dunia ini. Nyawanya pun meninggalkan jasad pada pukul 15.00 waktu setempat di RSUD Jombang.
Selamat jalan Tante, Semoga Allah menerimamu disisiNYA.
Amin Ya Rabbal Alamin…

keponakan abadimu,

Shei

30 December 2007

LOng Road To Koempoel Badjoel

www.cassanova-id.com team

Filed under: Curhat

Pra-Acara

“Sebenernya udah ada rencana bareng sama si xxx, tapi berhubung ada gangguan teknis..jadi si xxx batal nganter! Bete ama dia, saia mutusin berangkat ndiri aja.
Eh, tiba-tiba si cewek rada gokil itu (Baca: Mbek) sms, upz…iya-ya…kenapa saia lupa punya barengan gak beres macam dia?
Oke lah, bareng Mbek aja ke Acara “KOEMPOEL BADJOEL’ di Wapo(Senin, 24/12/07)”

Cari-Mencari, Dasar Buta!

“Sudah diputuskan. Mbek bareng ama saia ke Acara tersebut. Ya udah, kita janjian ketemu di pertigaan jalan raya deket rumah si Mbek.
Maklum, karena pake acara ngambek-ngambekan sama si xxx tadi, saia jadi rada telat (Sepunetene, mbeeek….!) Si Mbek jadi kelamaan nunggu. Kira-kira, setengah jam molor dari waktu janjian (Baca: jam 18.30) saia memacu motor ke tempat janjian yang disepakati sebelumnya.
(more…)

23 December 2007

Sebuah Persembahan Cinta Untuk Ibu, di hari spesialnya.

Filed under: Curhat, Bincang 'Panas'

Cerita ini berkisah tentang kehidupan Sri yang berat. Seorang yatim yang juga harus memenuhi kebutuhan sekolah juga kesehariannya.
Ia harus bekerja keras demi memperoleh sesuap nasi juga demi pendidikannya.
Emak Sri yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu juga tak mempunyai uang yang cukup untuk membiayai tuntutan biaya yang diperlukan.
Sampai,
Nasib pun mengajaknya bertaruh.
Apakah yang akan ia pertaruhkan?
Kebahagiaan yang ditukar dengan nyawa?
Atau, meski nyawa dipertaruhkan, akankah anak-anaknya mendapat kebahagiaan?
Dari sini, kita akan tahu.
Seberapa besar pengorbanan seorang ibu untuk membahagaikan anak mereka.

Baca kisahnya di sini

Balada Busung Lapar Anak SMA.

Filed under: Curhat

Shei, seorang siswi SMA Negeri 11 Surabaya tampak gelisah menanti Bel istirahat yang artinya semua lapisan golongan, mulai dari guru, siswi hingga petugas T.U diperbolehkan makan dan bermain sesuka hati.
Teeeet………
BEl akhirnya terdengar juga..
laksana mendapati durian runtuh, Shei pingsan!

(Eh, bukan!
Itu kalo keruntuhan Durian kali ya, pingsan..
Kalo Yang ini sih, Duriannya doank yang runtuh, tapi tidak ada hubungannya sama Shei loh!
Ehem, balik lagi deh..)

Laksana mendapati durian runtuh, Shei langsung menghambur keluar menuju kantin sekolah yang berdiri sejak taun..berapa ya? Lupa! (Weleh, kayak Ny.Meneer ajah..hehehe)
Ditengoknya satu persatu tempat jajan yang biasa diparkir dimeja terdepan, kali ini..Tidak ada satupun tempat jajan yang berisi jajanan! Apalagi nasi!

(more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main