Sebuah Persembahan Cinta Untuk Ibu, di hari spesialnya.
Cerita ini berkisah tentang kehidupan Sri yang berat. Seorang yatim yang juga harus memenuhi kebutuhan sekolah juga kesehariannya.
Ia harus bekerja keras demi memperoleh sesuap nasi juga demi pendidikannya.
Emak Sri yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu juga tak mempunyai uang yang cukup untuk membiayai tuntutan biaya yang diperlukan.
Sampai,
Nasib pun mengajaknya bertaruh.
Apakah yang akan ia pertaruhkan?
Kebahagiaan yang ditukar dengan nyawa?
Atau, meski nyawa dipertaruhkan, akankah anak-anaknya mendapat kebahagiaan?
Dari sini, kita akan tahu.
Seberapa besar pengorbanan seorang ibu untuk membahagaikan anak mereka.
Baca kisahnya di sini

makanya kalau punya ibu -mbokya- dibantu
gak malah melarikan diri alasan ke sekolah tapi walking-walking
Comment by gi3 — 24 December 2007 @ 1:50 am
sELAMAT uNTUK pARA IBU SE-INDONESIA.. juga untuk para calon ibu..
Comment by gempur — 26 December 2007 @ 12:07 am
Itu yang sungkem di gambar siapa sih? kok seperti bu megawati sukarnoputri menerima sungkem pembantunya yaaaa?! hehehehe
Comment by gempur — 26 December 2007 @ 12:09 am
@ gi3:
Heh!
Buka rahsia luh!!
Jadi Mallloooww
@ Pak Gempur:
Harap ketik huruf dengan benar..
(Hahah..kena deh!)
@ Pak Gempur Lagi:
UWeeekss..
Wong ayoene ngene kok dadi pembantu?
Klo jadi pembantu presiden ya gak papa…
Aduuh..
gak ding!
tetep aja..
jadi pembantu!!
Comment by Administrator — 26 December 2007 @ 12:37 am
waduh potonya sapa tuh??
haha…. kayanya foto sang penulis….
Comment by WonG_ZhAMaRindHa — 28 December 2007 @ 1:49 pm
Hehehe…itu mah, poto emak saia bang..
Yang sungkem itu baru saia..
Yang ndak keliatan itu hantu..
Hehehe
Comment by Administrator — 30 December 2007 @ 10:23 am