Balada Busung Lapar Anak SMA.
Shei, seorang siswi SMA Negeri 11 Surabaya tampak gelisah menanti Bel istirahat yang artinya semua lapisan golongan, mulai dari guru, siswi hingga petugas T.U diperbolehkan makan dan bermain sesuka hati.
Teeeet………
BEl akhirnya terdengar juga..
laksana mendapati durian runtuh, Shei pingsan!
(Eh, bukan!
Itu kalo keruntuhan Durian kali ya, pingsan..
Kalo Yang ini sih, Duriannya doank yang runtuh, tapi tidak ada hubungannya sama Shei loh!
Ehem, balik lagi deh..)
Laksana mendapati durian runtuh, Shei langsung menghambur keluar menuju kantin sekolah yang berdiri sejak taun..berapa ya? Lupa! (Weleh, kayak Ny.Meneer ajah..hehehe)
Ditengoknya satu persatu tempat jajan yang biasa diparkir dimeja terdepan, kali ini..Tidak ada satupun tempat jajan yang berisi jajanan! Apalagi nasi!
Tak kehabisan akal, gadis muda belia itu juga menyinggahi kantin diseberang yang dijuluki ‘kantin cowok’ entah karena berjenis kelamin cowok, atau memang yang menjulukinya saja yang kurang kerjaan. Tapi, menurut fakta yang terjadi, kantin itu memang mayoritas dihuni kaum cowok untuk ‘kebal-kebul’ alias merokok.
"Mi, nasi , Mi!" Shei berteriak-teriak seperti orang gila yang kelaparan.
"Apa, Mbak? juwalan Nasi Mi tah?" tanya Mami-sang pemilik kantin juayuuus…Orang kelaparan kok malah dikira jualan!
‘Bukan juwal ‘Nasi Mi’ tapi tanya, ‘Nasi’, Mi!!!!" Shei gemas menjelaskan, maklum, orang lapar bertempramen tinggi.
"Oooh, saya pikir Mbak jual, kebetulan disini ndak ada nasi, jadi maksudnya tadi mau saya beli yang banyak…" penjelasan Mami membuat Shei pengin gantung diri,tapi, mengingat kenaikan harga BBM baru-baru ini yang disinyalir juga berdampak pada kenaikan harga beli "Tali Tampar’..membuat Shei mengurungkan niatannya dan kembali mencari sesuap nasi!
"Lapaaaar….." keluhnya lemas, tapi, desisan yang dikiranya tak berbunyi itu ternyata terdengar ke seantero sekolah (maksudnya itu bukan desisan, tapi teriakan! Duh! Malu-maluin!)
"Iya..sama, mbak.." ternyata, teriakan yang tidak disengaja itu di-amini oleh siswa lainnya. Dari kelas X sampai kelas XII di Sma itu menderita wabah ‘Busung Lapar Temporer Regional’ yang ternyata berimbas dari liburnya penjual ‘makanan’..dari tukang Basso sampai penjual nasi campur de-el-el. Mungkin mereka Ikutan ‘Cuti Bersama’..mungkin mereka sedih karena telah kehilangan sanak-saudara mereka (Kambing, Sapi dll). Atau bisa juga mereka libur tanpa suatu alasan yang jelas! (Ini yang paling banyak penganutnya!)
Ya Ampun..
Mereka sok cutek ato gimana?
MAsa Pengin ngerasain cuti bersama juga?
"Pak, Bu…panjenengan sedantun ‘mpun pegawe.."
Masa sedih ditinggal kambing?
"Pak..Bu….Niku nggih Qurban, ‘mpun disesali…"
Omigot!
Gimana nasib Siswa yang terkatung-takung ga jelas tanpa ‘Sepiring’ Nasi barang sedikit?
Lemes…..Tak bertenaga….dan hampir mati kelaparan…
Hm, secara detil, memang ada penjual nasi telada yang sadis!
Kenapa teladan? karena penjual itu tidak ‘pura-pura jadi pegawai’ dan semacamnya.
Ia tetap mesuk untuk mendistribusikan ‘penyambung nyawa’ yang tentu dinanti setiap insan didunia..terutama anak-anak Sma 11.
Kenapa sadis?
Lha masa! Penghuni sekolah sebanyak lebih dari 800 ekor, harus berebut barang yang didistribusikan yang berjumlah tidak lebih dari 100 bungkus!
YA ampun..
Tak ayal, kami pun berebut sampai adu ’sikut’ satu sama lain.
Sueer sama persis di tipi-tipi ketika bantuan diberiakan pada korban bencana alam!
Ndesoooo!!
Tapi, pada akhirnya..Shei tidak kebagian..
Gadis cantik yang imut itupun harus puas memakan ’senyum kemenangan’ anak lain yang sudah mendapat nasi mereka.
Pengin juga menyerah, tidak makan apa-apa, tapi, niat itu segera diurungkan.
Ia beranjak ke depan, dekat gerbang utama sekolah.
Ternyata, gerbang itu dipadati puluhan siswa lain yang memandang ‘mupeng’ ke arah luar!
Kebebasan yang mereka inginkan!
Nasi yang mereka idamkan…
Kenapa ndak boleh beli makan diluar???
Begitulah kira-kira jerit hati siswa-siswi (Halah…cuma Shei paliiing..) yang berada di halaman utama sekoplah, berharap diizinkan keluar untuk memenuhi perut mereka dengan karbohidrat.
Tapi, gagal!
Sekolah terlalu kaku, tidak membiarkan siswanya kekenyangan!
Lha maunya apa?
Di dalam, ndak ada yang juwal..
beli di luar ndak bleh..
Bukankah, hal ini dapat memengaruhi minat dan semangat belajar siswa?
Bayangkan saja berdiam disekolah (Ehm, tapi ya ada geraknya dikit siiih..) Selama 11 jam tanpa makanan!
Ouuugh!! Masa makanan yang ada cuma jajanan kelas teri (Permen, coklat ‘gopek-an’ dll) dan kelas udang kerdil (Cimol, pentol dan kawan-kawannya)
Gimana bisa kenyang?!!!
"Huhu…."
tangisan dan cakaran di meja.
Hanya itu yang bisa Shei lakukan sampai bel sekolah berbunnyi 3x, maksudnya bel pulang.
Tapi, ternyata keapesan tidak sampai disitu saja.
Guru bimbel intern sekolah yang rada (sensor) ternyata mengajar di jam terakhir, dan ini yang membuat siswa sekelas jengkel setengah mati.
Kami tidak diperbolehkan pulang sebelum menyelesaiakn tugas yang diberikan!
What!
Itukan materi kelas XI!
Ndak ingaaat!!
Hukz..
Tapi kami harus tetap mengerjakannya…kalau ingin pulang.
Tugas itu semacam freepass yang memperbolehkan siswa pulang setelah merampungkannya.
Alhasil, kami harus pulang terlambat beberapa puluh menit dari jam seharusnya, kira-kira pulang jam 4 1/4 deh, dan Shei harus segera berangkat lagi mengikuti Bimbel di LBB lain.
Belum makan..Kehujanan…(Deres bangeet!) tapi, tetep..
Belajar nomer satu!
Penderitaa hari Jumat ternyata harus berakhir disitu!
Yes!
Sesampainya di LBB, Shei yang emang ‘ember bocor’ curhat-curhat ke Mbak Front Office bahwa Sekolahnya sekarang bukan SMA Negeri 11, tapi SMA Neraka 11 yang langsung mendapat respon positif dari pendengar.
Shei dikasih makan!
Ya Ampun..(Cubit sana-sini)
Shei dikasih makan!
(ulangi lagi ah…sunah Rasul…!)
Dikasih makanlah Si Shei!
Gadis itupun menyambut dengan riang gembira ikan Bandheng hasil pancingan yang dimasak sedemikian rupa dengan sepiring nasi hangat.
Ini benar-benar makanan!
Setelah sekian lamanya mencari..
Lifetime searching..
Akhirya nemu juga yang namanya ‘nasi’..
Hihihi….
Sekarang tau deh, gimana tidak enaknya mereka yang kelaparan..
sekarng saia juga mulai menghargai ’secuil’ nasi yang saia makan setiapa harinya dan mulai bersyukur padaNYA atas limpahan Rahmat yang IA berikan.
Dan..
Cerita diatas benar-benar terjadi…
Tidak direkayasa..
Paling di hiperbola sedikit..
Hehehhe…
Yang pernah hampir mati kelaparan,
Shei

Ya ampun Shei…
Mesakke temen dirimu…gurumu iku yo ora berprikemanusiaan blas…mosok murid e kelaparan dijarno…
Ikut berduka cita… ^_^
Comment by Rystiono — 25 December 2007 @ 7:37 pm
Hukz..
makasih bang..
Shei emang lagi kesiaaaan banget hari itu!
pokoknya terkutuklah orang2 yang menyia-nyiakan makanan..
Gak tau apa susahnya nyari makan?
Comment by Administrator — 26 December 2007 @ 12:38 am
Wkekeke.. terapin dong jiwa kosannya.. biar ga mati kelaparan..!!
Comment by mase ida — 29 December 2007 @ 11:10 am
WAlah..
Saia kahn ndak pernah nge-kost??
Emangnya situ??
hehehe
Comment by Administrator — 30 December 2007 @ 9:06 am